Virus Nipah Merebak di India, Kemenkes RI Imbau Warga Tak Konsumsi Buah Ini

1 week ago 10
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Seiring meningkatnya kasus virus Nipah di India, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar.

"Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar," demikian keterangan pers yang disampaikan Juru Bicara Kemenkes, Widyawati pada Selasa, 27 Januari 2026.

Selain itu, Kemenkes juga menyampaikan sejumlah imbauan lain yang perlu diperhatikan masyarakat, antara lain:

  1. Cuci dan kupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.
  2. Hindari kontak dengan hewan terinfeksi.
  3. Perkuat imunitas tubuh dengan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (cuci tangan pakai air dan sabun, konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, rajin aktivitas fisik)
  4. Apabila melakukan perjalanan ke India dan negara terjangkit penyakit virus Nipah disarankan untuk mengikuti imbauan protokol kesehatan dari MoH India/otoritas negara setempat.
  5. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit Nipah (demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, penurunan kesadaran/kejang) pasca kepulangan (hingga 14 hari) dari India/negara terjangkit.

Berdasarkan pemantauan situasi global dan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), per 23 Januari 2026 tercatat dua kasus konfirmasi dan tiga kasus suspek virus Nipah di West Bengal, India. Hingga saat ini, belum ada laporan kematian.

Sementara itu, di Indonesia belum ditemukan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah. "Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia," ujar Widyawati dalam keterangan tersebut.

Upaya Kemenkes Sikapi Kenaikan Kasus Nipah di India

Melalui keterangan yang sama, Widyawati menjelaskan upaya pemerintah dalam menyikapi kenaikan kasus Nipah di India. Menurutnya, upaya pemerintah meliputi:

Memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain, baik melalui kanal resmi dan/atau media monitoring

Membuat notifikasi terkini/disease alert terkait kejadian penyakit virus Nipah di India pada kanal https://infeksiemerging.kemkes.go.id

Meningkatkan pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut yang secara langsung maupun tidak langsung dari negara atau daerah yang melaporkan adanya kasus penyakit virus Nipah

Setiap pelaku perjalanan yang kembali ke Indonesia dari luar negeri wajib melapor pada aplikasi All Indonesia untuk menjaring pelaku perjalanan yang mengalami gejala dan berasal dari negara terjangkit, untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan/anamnesis lebih lanjut.

Selanjutnya

Meningkatkan pemantauan dan deteksi dini serta melaporkan kasus sesuai pedoman melalui laporan event based surveillance Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) atau PHEOC dan Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES)

Meningkatkan pengamatan dan penemuan kasus di wilayah melalui SKDR dan surveilans sentinel penyakit infeksi emerging di Rumah Sakit

Menyebarluaskan media KIE (FAQ, poster, dan pedoman terkait penyakit virus Nipah) yang dapat diakses pada kanal https://infeksiemerging.kemkes.go.id

Melakukan deteksi dini di fasilitas pelayanan kesehatan terhadap seseorang yang mengalami gejala mengarah ke penyakit virus Nipah dan  memenuhi salah satu faktor risiko seperti riwayat perjalanan dari India dalam 14 hari terakhir/memiliki riwayat kontak atau konsumsi hewan terinfeksi/konsumsi nira atau aren mentah.

Read Entire Article