Ramai Virus Nipah, Guru Besar FK Unair Bagikan Tips Aman Makan Buah

5 days ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Usai ditemukan dua kasus virus Nipah di Benggala Barat, India, sebagian masyarakat menjadi khawatir mengonsumsi buah. Kekhawatiran ini muncul karena salah satu cara penularan virus Nipah melalui air liur kelelawar buah.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof. Dr. dr Dominicus Husada SpA SubspIPT mengatakan bahwa penularan utama virus Nipah lewat kelelawar buah karena sebagai inang alami. Di Indonesia memang belum ada kasus terdeteksi manusia terinfeksi virus Nipah. Namun, kelelawar jenis itu ada di Indonesia.

"Negara kita termasuk yang ada kelelawar ini dan ada virusnya ada di kelelawar ini," kata Domi dalam webinar pada Kamis, 29 Januari 2026.

Maka dari itu, ia mengingatkan untuk tidak makan buah bekas gigitan hewan. "Kalau telanjur makan, tinggal tunggu, enggak bisa kan cuci lambung," katanya.

Sebagai langkah antisipasi penularan, Domi mengingatkan beberapa hal saat makan buah:

  1. Cuci tangan dan cuci buah dengan air mengalir hingga bersih.
  2. Bila perlu kupas kulit buah. "Kalau kulit dikupas, risiko tertular virus Nipah hampir nol," kata Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

Perlukah Mencuci Buah dengan Sabun Khusus dan Rendam Garam?

Saat ini sudah ada produk sabun untuk mencuci buah dan sayur. Jika memang bisa membeli produk tersebut, kata Domi, maka bisa dilakukan mencuci buah dengan sabun khusus.

"Namun, saya tidak punya data virus apa saja yang bisa bersih dengan cara tersebut, tapi kalau bisa melakukan ya dilakukan," tuturnya.

Meski begitu, bagi masyarakat yang sulit mengakses sabun tersebut, mencuci buah di air mengalir sudah cukup."Kalau di kampung atau desa enggak bisa beli, jadi ya apa? Cuci di bawah air mengalir," katanya.

Rendam Air Garam Perlukah?

Terkait mencuci buah dengan air garam, secara umum hal tersebut berfungsi sebagai bentuk disinfeksi. Namun, ia tidak punya data ilmiah terkait upaya tersebut dalam 'membunuh' virus Nipah."Namun, kalau mau merendam air garam enggak apa-apa," tuturnya.

Cara Penularan Virus Nipah

 Virus Nipah adalah penyakit Zoonotik, yakni infeksi yang menular dari hewan ke manusia, dan dikenal sebagai salah satu virus paling berbahaya karena dapat menyerang otak manusia. Virus ini pertama kali teridentifikasi pada 1999 di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi, ketika hewan ternak mengalami demam tinggi, gangguan pernapasan, dan kejang-kejang.

Dari kejadian tersebut, dunia mulai menyadari ancaman serius virus Nipah terhadap kesehatan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa kelelawar buah merupakan reservoir alami virus Nipah.

Artinya, virus ini hidup secara alami pada kelelawar tanpa menimbulkan gejala penyakit, namun dapat menular ke hewan lain seperti babi, lalu berpindah ke manusia, dikutip dari ayosehat.kemkes.go.id.

Virus Nipah termasuk kelompok Paramyxovirus, yaitu virus RNA yang juga berkaitan dengan penyakit lain seperti gondongan dan campak. Namun, karakteristik virus Nipah jauh lebih berbahaya karena kemampuannya menyerang sistem saraf pusat.

Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui:

  • Kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine.
  • Konsumsi daging hewan terinfeksi yang dimasak kurang matang.
  • Kontak langsung dengan manusia yang terinfeksi, terutama melalui cairan tubuh seperti air liur.
  • Penularan antar manusia telah dilaporkan, khususnya pada anggota keluarga dan tenaga kesehatan yang merawat pasien tanpa perlindungan memadai.
Read Entire Article