Modus Hibah SAL, Massa Datangi Kantor Pusat BSI Setelah Dijanjikan Bakal Terima Rp 10 Juta

1 month ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kantor Pusat Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta didatangi massa dalam dua hari terakhir. Mereka datang berbondong-bondong usai menerima ajakan pencairan dana bantuan yang disebut bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik pemerintah.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, mengatakan ajakan tersebut menyasar warga dengan janji nominal besar. “Dalam dua hari terakhir, Kantor Pusat BSI didatangi masyarakat dalam jumlah besar. Mereka datang karena ajakan yang menyebut akan ada bantuan pemerintah Rp10 juta per orang, dengan klaim bersumber dari dana SAL (Saldo Anggaran Lebih) pemerintah sebesar Rp10 triliun yang ditempatkan di bank,” kata Wisnu di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Wisnu menjelaskan, pergerakan massa tersebut digerakkan oleh sekelompok pihak yang mengeklaim masyarakat berhak menerima dana itu “atas nama bangsa Indonesia.” "Kemarin lebih dari seribu orang hadir. Mereka datang dari Jabodetabek hingga luar daerah seperti Palembang dan Jambi, dan dijanjikan dana Rp10–15 juta per orang dalam minggu ini," ungkapnya.

Di balik janji itu, warga justru diminta menyetorkan uang terlebih dahulu. Modusnya berlapis, dari nominal kecil sampai ratusan ribu rupiah. “Namun, para korban diminta membayar terlebih dahulu Rp15.000–Rp30.000, ada yang sampai Rp50.000, bahkan Rp500.000. Uang diminta ditransfer ke rekening perorangan," lanjut Wisnu.

Penyebaran ajakan dilakukan lewat selebaran, pesan berantai, dan grup WhatsApp, dengan arahan transfer ke rekening pribadi. BSI menilai pola itu mengarah pada penipuan terstruktur.

“Aksi ini terkait surat dari organisasi yang mengatasnamakan Golden Eagle International/UNDP. Surat tersebut menginstruksikan BSI mencairkan dana tertentu, termasuk permintaan transfer Rp10 miliar ke rekening atas nama perorangan, serta mengklaim adanya hibah untuk negara dan BSI. Kami tegaskan narasi dan surat itu tidak benar dan berindikasi penipuan," tegas Wisnu.

BSI menegaskan dana SAL bukan dana bantuan sosial yang bisa dicairkan dengan mudah. SAL adalah dana milik pemerintah yang ditempatkan di bank-bank pemerintah sesuai ketentuan. Dana tersebut disalurkan melalui skema pembiayaan atau kredit sesuai aturan yang berlaku, sehingga tidak ada mekanisme pencairan langsung ke rekening warga.

Untuk meredam dampak di lapangan dan menindaklanjuti dugaan provokasi, BSI berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada ajakan yang tidak jelas asal-usulnya.

Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak, menegaskan agar masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan kecurigaan atas segala bentuk informasi mencurigakan. "Kami Polda Metro Jaya siap mengawal dan menyediakan ruang publik melalui Call Center Polri 110 yang siap melayani masyarakat 24 jam," ujarnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelumnya juga sudah mengeluarkan peringatan. Melalui Satgas PASTI pada 13 Oktober 2025, OJK menyatakan aktivitas Golden Eagle International/UNDP ilegal dan berpotensi menyesatkan publik. BSI pun mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak yang diduga menjadi penggerak.

BSI mengimbau masyarakat melakukan verifikasi hanya melalui kanal resmi dan tidak menyerahkan data pribadi maupun uang dengan dalih pencairan bantuan. Di tengah maraknya modus yang mengatasnamakan pemerintah, bank meminta warga lebih kritis agar tidak kembali terjebak janji hibah instan bernilai fantastis.

Read Entire Article