[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Lima Kesuksesan Penanganan Tuberkulosis di China

1 month ago 27
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu program prioritas di Asta Cita. Untuk suksesnya program ini, maka ada baiknya melihat lima keberhasilan China dalam penanggulangan TB ini.

Pertama, pada 2025 China tercatat pertama kalinya sebagai negara dengan Lower-Moderate TB Incidence. Jumlah kasus baru (insiden) TB di China turun 6,1% dari tahun sebelumnya dan menjadi 696.000 kasus di 2024.

Angka incidence rate tuberkulosis China juga turun 5,8% di 2024 dibanding tahun 2023. Pada 2024 kasus TB pada adalah 49 per 100.000 penduduk. Pencapaian ini lalu membuat turunnya peringkat China sebagai penyumbang kasus TB terbanyak di dunia, dari peringkat tiga menjadi ke empat.

Kedua, China sebenarnya sudah sejak lama menjadi peringkat nomor dua penyumbang kasus TB terbesar di dunia. Di mana peringkat pertama adalah India dan ketiga adalah Indonesia.

Tetapi ternyata sejak 2023 China menjadi peringkat ketiga. Dan, Indonesia menduduki peringkat kedua. Bahkan di WHO Global TB Report 2025 China menduduki peringkat ke empat. Jadi, peringkat China turun dari negara penyumbang TB terbesar kedua di dunia menjadi keempat.  Sementara kita peringkat  Indonesia malah naik dari ke tiga menjadi negara kedua penyumbang TB terbesar di dunia.

China Sumbangkan Persentase Kasus TB Lebih Rendah dari Indonesia

Ketiga, data WHO Global Tuberculosis Report 2025 menunjukkan bahwa China mencatat 6.5% dari seluruh pasien TB dunia. Sementara negara kita menyumbang 10% dan Filipina 6.8% dari kasus TB dunia.

Keempat, China berhasil menjaga tingginya keberhasilan pengobatan (treatment success rate) selalu di atas 90% untuk kasus TB sensitif obat (drug-susceptible TB) selama bertahun-tahun.

Sementara itu, angka keberhasilan pengobatan untuk kasus TB resisten berbagai obat atau resisten rifampisin (multidrug/rifampicin-resistant TB - MDR/RR-TB) dilaporkan 67.38%. Sebagai perbandingan, angka keberhasilan pengobatan di negara kita sampai 15 Oktober 2025 adalah 81% TB sensitif obat dan 59% untuk TB resisten obat.

Kasus Baru dan Kematian TB Turun di China

Kelima, data juga menunjukkan bahwa China berhasil menurunkan angka insiden (kasus baru) dan juga kematian sebanyak 30% sejak tahun 2012. Untuk kota Beijing misalnya, bahkan penurunan per tahun adalah 4.5% dalam dekade terakhir ini.

Kini pemerintah China bahkan terus meningkatkan programnya, antara lain dengan meningkatkan pemberian terapi pencegahan untuk tuberkulosis laten, untuk mencapai target mereka menurunkan “incidence rate TB” sampai di bawah 30 per 100.000 penduduk di tahun 2030. Sebagai perbandingan, Perpres 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis kita menyebutkan target incidence rate TB Indonesia adalah 65 per 100.000 penduduk di tahun 2030.

** Penulis adalah Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia,  Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 - PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025

Read Entire Article