Liputan6.com, Jakarta - Kunjungan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., ke pabrik obat pertama di Indonesia bukan sekadar napak tilas sejarah. Di balik gedung tua PT Kimia Farma di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, tersimpan pesan besar tentang kemandirian obat nasional dan masa depan ketahanan kesehatan Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 25 tahun pengabdian BPOM, sekaligus momentum refleksi perjalanan panjang sistem pengawasan obat dan makanan di Tanah Air. Lokasi yang dikunjungi memiliki nilai historis tinggi karena dulunya dikenal sebagai Chemicalien Handle Rathkamp & Co., pabrik obat pertama yang menjadi cikal bakal industri farmasi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar menekankan bahwa kemandirian obat merupakan salah satu pilar utama ketahanan kesehatan nasional. Menurutnya, kemandirian obat bukan sekadar target industri, melainkan kebutuhan strategis bangsa.
Ketergantungan terhadap impor bahan baku dan produk farmasi dinilai dapat menjadi titik lemah sistem kesehatan nasional, terutama saat menghadapi krisis global seperti pandemi atau gangguan rantai pasok internasional.
"Tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi BPOM yang genap berusia 25 tahun. Meski secara kelembagaan berdiri pada 2001, sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia sejatinya telah dimulai sejak 1807 dan terus berkembang hingga menjadi institusi yang kuat dan independen," ujar Taruna.
Sejarah Panjang Industri Farmasi
Taruna, menambahkan, sejarah panjang industri farmasi Indonesia memberikan pelajaran penting bahwa bangsa ini harus selalu siap menghadapi krisis kesehatan. Kesiapan tersebut hanya dapat terwujud melalui sistem pengawasan obat yang adaptif, berbasis ilmu pengetahuan, serta terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor.
Taruna juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan transformasi industri farmasi nasional agar mampu bersaing di tingkat global.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kimia Farma, Djagad Prakasa Dwialam, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan BPOM dalam menjaga mutu dan keamanan produk farmasi nasional.
"Momentum kunjungan Kepala BPOM ini semakin memperkuat komitmen kami untuk menjaga kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi. Kimia Farma terus bertransformasi untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional melalui produk dan layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan terjangkau," ujarnya.
Fondasi Penting Perjalanan Panjang Kemandirian Obat
Sebagai bagian dari refleksi sejarah industri farmasi nasional, Taruna Ikrar menilai peran perusahaan farmasi nasional, termasuk Kimia Farma, sebagai fondasi penting dalam perjalanan panjang kemandirian obat di Indonesia.
Dia mengapresiasi pengembangan inovasi berbasis riset yang tetap mengedepankan standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). BPOM, lanjut Taruna, akan terus memperkuat pengawasan dan pendampingan agar inovasi produk kesehatan tetap sejalan dengan standar keamanan dan mutu.
Upaya ini juga selaras dengan agenda pembangunan nasional dan visi pemerintah dalam memperkuat sumber daya manusia serta pertumbuhan ekonomi.
"BPOM berkomitmen menjaga kepercayaan publik sekaligus mendorong kemandirian obat sebagai fondasi ketahanan kesehatan nasional yang berkelanjutan," ujarnya.
Transformasi Sistem Pengawasan Obat dan Makanan
Taruna juga menyoroti transformasi sistem pengawasan obat dan makanan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi dan globalisasi.
Menurutnya, pengawasan yang efektif membutuhkan adaptasi teknologi, independensi lembaga, partisipasi aktif pemangku kepentingan, serta harmonisasi dengan standar internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BPOM turut mengapresiasi kolaborasi strategis Kimia Farma dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Kolaborasi ini melahirkan produk inovatif advanced therapy medicinal products (ATMP) berbasis mesenchymal stem cell (MSC) sebagai bukti nyata hilirisasi riset dan penguatan kemandirian industri farmasi nasional.
"Ini adalah contoh konkret sinergi Academia, Business, dan Government. Hilirisasi riset dapat berjalan optimal dengan dukungan regulasi yang kuat," pungkas Taruna.

1 week ago
15
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4561340/original/050427400_1693711631-20230903-CFD-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487816/original/028391400_1769678219-kelelawar_buah.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Kebiasaan Merokok di Indonesia dan Negara ASEAN Lainnya](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/C_Uu_o0NS5jWxu-v9hvwbuSPqTk=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456537/original/068575700_1766901692-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491691/original/008419800_1770103991-piprim_yanuarsi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491690/original/005076100_1770103991-citilink.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491147/original/081824200_1770086700-maksym-tymchyk-bGOBoZorNoQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491548/original/040003200_1770099236-Wakil_Menteri_Kesehatan_Benjamin_Paulus_Octavianus_Bicara_Soal_Virus_Nipah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4951271/original/044865800_1727135480-WhatsApp_Image_2024-09-24_at_06.22.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385935/original/084962800_1760949173-Menonton_film_horor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491850/original/095755500_1770108163-20260202_110751.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330451/original/090933900_1756361164-786c64a4-eefd-441e-bf58-0560ff6cdfb1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491644/original/019224900_1770101801-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_13.53.43.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491513/original/055801200_1770098505-3d_Elektrokardiografi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5112075/original/077947000_1738105547-WhatsApp_Image_2025-01-29_at_05.54.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4910389/original/092658000_1722916392-20240221_071431.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491143/original/032556700_1770086378-Gemini_Generated_Image_a131dba131dba131.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490233/original/087729800_1770003024-WhatsApp_Image_2026-02-02_at_10.16.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5489693/original/030771200_1769923308-omad.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4914248/original/064810200_1723270359-fotor-ai-202408101379.jpg)



















