Jelang Perayaan Nataru, BPOM Temukan Minuman Serbuk hingga Mi Instan Tanpa Izin Edar

1 month ago 34
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mencatat peredaran pangan ilegal atau tanpa izin edar masih mendominasi temuan selama intensifikasi pengawasan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pengawasan dilakukan secara nasional pada periode 28 November hingga 31 Desember 2025 seiring meningkatnya konsumsi masyarakat jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Selama periode tersebut, BPOM menemukan 126.136 pieces pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Sebanyak 73,5 persen di antaranya merupakan pangan tanpa izin edar atau tidak mencantumkan label berbahasa Indonesia. 

Jenis pangan yang paling banyak beredar tanpa izin edar diantaranya minuman serbuk, susu kental manis, krimer, mi instan, cokelat, serta berbagai produk olahan lainnya. Sebagian besar produk tersebut berasal dari luar negeri dan masuk tanpa mekanisme pengawasan resmi. Kondisi ini membuat pangan tersebut tidak memiliki jaminan keamanan, mutu, maupun kandungan gizi yang sesuai standar.

Temuan tersebut berasal dari pengawasan terhadap 1.612 sarana peredaran pangan di 38 provinsi, meliputi retail tradisional, retail modern, distributor, importir, hingga platform e-commerce.

Kepala BPOM Profesor dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. menegaskan intensifikasi pengawasan dilakukan untuk melindungi masyarakat dari pangan berisiko, khususnya saat konsumsi meningkat menjelang hari besar.

“Kami tidak ingin masyarakat dirugikan oleh pangan yang tidak terjamin keamanan dan mutunya, terutama saat konsumsi meningkat menjelang hari besar,” kata Taruna dalam konferensi pers di kantor BPOM pada Kamis, 18 Desember 2025. 

Retail dan E-Commerce Jadi Titik Rawan

Pelanggaran paling banyak ditemukan di sarana retail tradisional dan modern, yang menjadi jalur utama peredaran pangan langsung ke konsumen. Produk ilegal ini beredar luas tanpa melalui pengawasan mutu dan keamanan pangan.

BPOM menilai kondisi geografis Indonesia yang memiliki banyak wilayah perbatasan menjadi salah satu faktor utama masuknya produk impor ilegal. Selain itu, platform digital mempermudah distribusi pangan bermasalah karena menjangkau konsumen secara cepat dan masif.

"Kondisi geografis Indonesia memang menantang pengawasan. Produk ilegal bisa masuk melalui jalur perbatasan dan platform digital, sehingga pengawasan harus lebih ketat dan lintas sektor," ujar Ikrar.

Tanpa pengawasan ketat, pangan ilegal kerap dipasarkan dengan harga murah dan promosi menarik, sehingga mudah menarik minat masyarakat, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

BPOM Peringatkan Ancaman Risiko Gagal Ginjal hingga Jantung

BPOM memperingatkan konsumsi pangan ilegal tidak diketahui gizi dan keamanannya. Sehingga ada potensi menyebabkan keracunan hingga gangguan organ vital, seperti gagal ginjal dan gangguan jantung, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

"Produk tanpa izin edar bisa membahayakan kesehatan. Kami ingin masyarakat memahami risiko ini agar selalu memilih pangan yang resmi dan aman," kata Taruna.

Penindakan hingga Imbauan ke Masyarakat

BPOM menegaskan akan menindaklanjuti temuan ini melalui penarikan dan pemusnahan produk, penelusuran pelaku usaha, serta penguatan kerja sama lintas sektor, termasuk dengan platform digital untuk menurunkan konten penjualan pangan ilegal.

Selain penindakan, BPOM menghimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih pangan, dengan selalu mengecek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kadaluarsa.

"Kesadaran masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran pangan ilegal. Cek izin edar dan label sebelum membeli produk, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru," tegas Taruna.

Read Entire Article