Liputan6.com, Jakarta - Vaksin flu atau influenza merupakan salah satu 'senjata' untuk menghadapi virus influenza. Namun, masih banyak orang yang mempercayai mitos soal vaksinasi flu sehingga maju mundur untuk melakukan vaksinasi tersebut.
Berikut beberapa mitos seputar vaksin flu beserta faktanya:
Mitos 1 Vaksin Flu Tidak Efektif
Faktanya vaksinasi influenza efektif dalam mengurangi keparahan gegara terinfeksi virus tersebut. Orang yang sudah divaksinasi influenza juga lebih rendah risikonya masuk rumah sakit.
Studi yang melibatkan 600 ribu partisipan menemukan bahwa vaksin memberikan perlindungan terhadap komplikasi flu yang para pada usia berapapun seperti mengutip CNN.
Dalam studi tersebut disebutkan bahwa vaksinasi flu mengurangi risiko seseorang mengalami rawat inap atau perawatan intensif pada anak hingga setengah partisipan. Lalu, pada orang lanjut usia di atas 65 tahun, risiko masuk rumah sakit karena terinfeksi infuenza bisa turun hingga 30 persen dan risiko terkena pneumonia turun hingga 40 persen.
“Saya pikir sangat penting bagi masyarakat untuk mendapatkan vaksin flu, mengingat meningkatnya keparahan virus yang beredar, dan studi kami memberikan bukti yang baik untuk melakukan vaksinasi," kata peneliti flu asal McMaster University di Ontario, Dr. Mark Loeb.
Mitos 2 Vaksin Flu Tidak Bisa Lawan Super Flu
Faktanya vaksin flu yang ada tetap memberikan perlindungan yang penting. Memang benar virus flu baru yang beredar dan tidak termasuk dalam vaksin tahun 2025. Namun, hal itu tidak memengaruhi efektivitas vaksin.
Peneliti dari Universitas Pennsylvania mengambil sampel darah dari 76 orang dewasa sekitar sebulan setelah mereka mendapatkan suntikan flu tahun ini. Lalu, peneliti menguji serum, atau bagian darah yang jernih, terhadap beberapa strain flu untuk melihat apakah antibodi di dalamnya dapat secara efektif mengenali dan mengikat virus tersebut.
“Kami terkejut menemukan bahwa banyak individu yang divaksinasi dengan vaksin tahun ini menghasilkan sejumlah besar antibodi yang dapat secara efektif mengikat dan menetralkan virus subklade K,” kata penulis studi, Dr. Scott Hensley.
Mitos 3 Vaksin Flu Bikin Sakit
Faktanya, orang mungkin merasa tidak enak badan sesaat setelah disuntik vaksin flu, tetapi tidak parah, dan bukan flu. Menurut penelitian satu dari 3 orang merasa tidak enak abadan selama satu atau dua hari setelah mendapatkan suntikan vaksin flu.
Usai mendapatkan suntikan vaksinasi influenza, gejala yang paling umum meliputi sakit kepala, nyeri otot, lelah, demam dan memang mirip gejala flu. Tetapi sebenarnya bukan flu.
“Ya, kita bisa mengalami nyeri lengan yang sedikit bengkak, dan beberapa orang mungkin mengalami demam dan sakit kepala setelah menerima vaksin influenza, tetapi itu bukan flu. Itu hanya sistem kekebalan tubuh Anda yang merespons vaksin dalam periode segera setelah menerima vaksin," kata pakar penyakit menular dari Vanderbilt University, William Schaffner.
Mitos 4 Kalau Sudah Vaksinasi Flu Enggak Mungkin Sakit Influenza
Sudah vaksinasi flu Anda tetap bisa terinfeksi influenza. Namun, vaksinasi flu bisa menurunkan risiko keparahan bahkan kematian.
Sebuah tinjauan terbaru yang meneliti efektivitas vaksin terhadap Covid-19, RSV, dan influenza, yang diterbitkan pada bulan Oktober di New England Journal of Medicine.
Berdasarkan review tersebut menemukan bahwa untuk anak-anak yang sudah mendapatkan vaksinasi flu risiko ke dokter berkurang 55% dan mengurangi risiko rawat inap sebesar 67%.
“Jadi, vaksinasi pada dasarnya menghilangkan sekitar dua pertiga dari rawat inap yang akan terjadi tanpa vaksinasi,” kata penulis utama studi tersebut, Dr. Jake Scott, yang merupakan ahli penyakit menular di Universitas Stanford.
Sementara itu, pada orang berusia 64 tahun ke atas yang sudah divaksinasi maka risiko ke ke dokter bisa turun 48 persen.
Mitos 5 Anak-Anak Tidak Perlu Vaksin Flu
Dokter anak merekomendasikan vaksin flu untuk anak-anak setiap tahun.
Di Amerika Serikat, American Academy of Pediatrics tetap merekomendasikan vaksinasi flu tahunan untuk anak-anak berusia 6 bulan ke atas. Hal yang sama juga di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksin flu untuk anak-anak.

2 weeks ago
12
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4561340/original/050427400_1693711631-20230903-CFD-Herman-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487816/original/028391400_1769678219-kelelawar_buah.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Kebiasaan Merokok di Indonesia dan Negara ASEAN Lainnya](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/C_Uu_o0NS5jWxu-v9hvwbuSPqTk=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456537/original/068575700_1766901692-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491691/original/008419800_1770103991-piprim_yanuarsi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491690/original/005076100_1770103991-citilink.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491147/original/081824200_1770086700-maksym-tymchyk-bGOBoZorNoQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491548/original/040003200_1770099236-Wakil_Menteri_Kesehatan_Benjamin_Paulus_Octavianus_Bicara_Soal_Virus_Nipah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4951271/original/044865800_1727135480-WhatsApp_Image_2024-09-24_at_06.22.06.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385935/original/084962800_1760949173-Menonton_film_horor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491850/original/095755500_1770108163-20260202_110751.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5330451/original/090933900_1756361164-786c64a4-eefd-441e-bf58-0560ff6cdfb1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491644/original/019224900_1770101801-WhatsApp_Image_2026-02-03_at_13.53.43.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491513/original/055801200_1770098505-3d_Elektrokardiografi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5112075/original/077947000_1738105547-WhatsApp_Image_2025-01-29_at_05.54.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4910389/original/092658000_1722916392-20240221_071431.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491143/original/032556700_1770086378-Gemini_Generated_Image_a131dba131dba131.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490233/original/087729800_1770003024-WhatsApp_Image_2026-02-02_at_10.16.09.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5489693/original/030771200_1769923308-omad.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4914248/original/064810200_1723270359-fotor-ai-202408101379.jpg)



















