Evaluasi Setahun Program MBG, Ini Catatan Pengamat Kebijakan Kesehatan

4 weeks ago 18
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pertama kali dimulai pada 6 Januari 2025. Artinya, program ini sudah berjalan genap satu tahun pada 6 Januari 2026.

Soal perjalanan MBG setahun belakangan, pengamat kebijakan kesehatan dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH., memberikan evaluasi.

“Evaluasi satu tahun MBG, pertama dampak positif awal yang saya bisa catat adalah terjadi peningkatan keragaman diet (pola makan), perbaikan pengetahuan gizi anak, beberapa studi lokal menunjukkan peningkatan status gizi anak secara statistik,” kata Dicky kepada Health Liputan6.com lewat pesan suara dikutip pada Senin (5/1/2026).

Dia menambahkan, studi awal di beberapa wilayah juga menunjukkan potensi dampak positif terhadap penurunan malnutrisi dan stunting.

“Meski hasilnya belum dipublikasi tapi ini adalah evaluasi awal,” katanya.

Di balik beberapa dampak positif yang mulai terlihat, Dicky memberi catatan. Menurutnya, meski memiliki konsep yang kuat tapi program MBG memperlihatkan sejumlah masalah serius yang terjadi di lapangan.

“Pertama terkait insiden keracunan. Telah terjadi keracunan massal di berbagai wilayah yang mengindikasikan kelemahan dalam penjaminan mutu sanitasi pangan, rantai pasok, dan juga pemantauan keamanan makanan,” jelas Dicky.

“Hal kedua yang jadi catatan kritis adalah keterbatasan infrastruktur. Jadi, keterbatasan dapur dengan fasilitasnya di banyak daerah menyebabkan target cakupan tertunda dan kualitas makanan sulit dikontrol secara seragam,” tambahnya.

Kesulitan Koordinasi Lintas Sektor

Catatan ketiga menurut Dicky adalah masih ada tantangan dan kesulitan dalam koordinasi lintas sektor.

“Antara sekolah, lembaga kesehatan dalam hal ini puskesmas, dinas kesehatan, penyedia makanan dan penanggung jawab kebijakan. Sehingga monitoring dan evaluasi berdampak tidak optimal di berbagai wilayah,” katanya.

Jadi simpulan awalnya, sambung Dicky, Program MBG ini memberi dampak positif parsial terhadap kondisi gizi harian anak dan perilaku gizi.

“Tetapi ketidakamanan pangan, kualitas implementasi yang tidak merata, dan manajemen risiko kesehatan masih belum memadai menjadi catatan kritis yang signifikan dalam pelaksanaan tahun pertama dari MBG ini,” ujarnya.

MBG dan Penurunan Angka Stunting

Sementara, dalam aspek MBG sebagai upaya penurunan angka stunting, Dicky mengatakan bahwa stunting adalah hasil dari pola gizi kronis dan multifaktorial.

“Jadi bukan hanya bicara gizi ibu dan anak, tapi ada sanitasi, penyakit infeksi berulang, ada juga faktor determinan sosial ekonomi khususnya selama 1000 hari pertama kehidupan (HPK).”

“Nah, memang MBG ini berupaya menyediakan gizi yang lebih optimal bagi anak sekolah, tapi stunting sebagian besar ditetapkan sebelum usia sekolah terutama 1000 HPK atau sejak kehamilan sampai usia 2 tahun.”

Jadi, sambungnya, pemberian MBG pada anak usia sekolah belum tentu atau tidak menjamin perbaikan stunting yang sudah terjadi.

“Artinya, MBG ini tidak boleh atau tidak dapat dijadikan satu-satunya strategi untuk menurunkan angka stunting secara signifikan tanpa intervensi gizi ibu hamil, penguatan kesehatan ibu dan anak, perbaikan sanitasi, dan pemberdayaan keluarga.”

MBG untuk Kelompok B3

Menyadari stunting perlu dicegah sejak masa kehamilan, Badan Gizi Nasional (BGN) telah lama memperluas cakupan penerima manfaat yakni pada ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan anak bawah lima tahun (balita) alias B3.

Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap menjadi prioritas utama dalam MBG.

Kelompok ini dinilai krusial karena berada dalam fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang merupakan masa emas dan tidak dapat ditunda.

Dadan menekankan bahwa kontinuitas layanan gizi bagi kelompok rentan harus dijaga tanpa terpengaruh kalender pendidikan maupun musim liburan.

“Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita adalah bagian yang sangat penting dan tidak boleh terputus. Periode 1.000 hari pertama kehidupan waktunya pendek, dan kita harus menjaga golden time ini sebaik mungkin,” ujar Dadan di Jakarta, Kamis (25/12/2025).

Memasuki tahun 2026, program MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026.

Sebelumnya, 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, mencakup kesiapan dapur, distribusi, sumber daya manusia (SDM), serta penguatan standar keamanan pangan.

Read Entire Article